contoh proposal kuantitatif


PENGARUH MEDIA ELEKTRONIK DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA
DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI JURUSAN IPS
MAN 2 KOTA JAMBI TAHUN 2017

PROPOSAL

Oleh:
AMINAH RAMALIA
RRA1A116010


Telah Disetujui dan disahkan
pada tanggal 13 september 2018


untuk dipertahankan di depan Tim penguji proposal
program studi pendidikan ekonomi
jurusan ilmu pengetahuan sosial
fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
universitas jambi




disetujui
dosen pembimbing



Prof.Dr.Drs.H.Khairinal,Dpt,BA,M.Si
Nip.195404161986031002
PERSEMBAHAN

aku persembahkan karyaku ini kepada:
kedua orang tuaku yang dengan susah payah membiayai kuliahku dan tak henti-hentinya mendoakanku dan memberikan motivasi untukku

untuk semua sahabatku yang telah menemaniku, membimbing dan memberi semangat untuk aku menyelesaikan tugas ini.

Teruntuk yusra hamini yang telah menemaniku mengobrol hingga larut malam agar aku tak kesepian dalam menyusun tugas ini.


SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                           : Aminah Ramalia
NIM                            : RRA1A116010
Program studi              : Pendidikan Ekonomi
Fakultas                       : keguruan dan ilmu pendidikan
Judul                                       : pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah
terhadap pembentukan karakter siswa dalam mata
pelajaran ekonomi jurusan ilmu pengetahuan sosial MAN
2 kota Jambi
Dengan ini saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam proposal penelitian ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim.

                                                                                    Jambi, 12 september 2018
                                                                                    Penulis,



                                                                                    Aminah ramalia
                                                                                    NIM. RRA1A116010


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karuniaNya sehingga penulis telah menyelesaikan penyusunan proposal penelitian yang berjudul “Pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa dalam mata pelajaran ekonomi jurusan ilmu pengetahuan sosial MAN 2 kota Jambi tahun 2017” dengan lancar.
Penulis menyadari bahwa selesainya proposal penelitian ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1.    Prof. Johni Najwan,S.H.,M.H.,Ph.D. Rektor UNJA yang telah memberikan kesempatan untuk menimba ilmu di Universitas Jambi
2.    Prof. Dr.rer.nat. Asrial. M.Si dekan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan yang telah memberikan izin dalam menyelesaikan tugas proposal penelitian ini.
3.    Dr.Rosmiati,S.Pd.,M.Pd ketua program studi pendidikan ekonomi yang telah membantu dalam perkuliahan dan penyelesaian tugas.
4.    Drs.H.Arpizal,M.Pd selaku pembimbing akademik penulis.
5.    Prof.Dr.H.Khairinal,Dpt,BA,M.Si selaku pembimbing penelitian yang telah meluangkan banyak waktu untuk membimbing dengan penuh perhatian, kesabaran dan ketelitian serta memberikan saran yang membangun untuk penulisan proposal penelitian ini.
6.    Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan menjadi penyemangat dalam penulisan skripsi ini.
Penulis senantiasa menantikan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk bahan perbaikan skripsi ini.
                                                                                   
                                                                                    Jambi, 12 september 2018
                                                                                    Penulis,


                                                                                    Aminah ramalia
                                                                                    NIM. RRA1A116010

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN................................................................... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................. iii
SURAT PERNYATAAN........................................................................... iv
KATA PENGANTAR................................................................................ v
DAFTAR ISI............................................................................................... vi

BAB I  PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang masalah...................................................................... 1
1.2  Rumusan masalah............................................................................... 3
1.3  Tujuan penelitian................................................................................ 3
1.4  Manfaat penelitian.............................................................................. 3

BAB II TINJAUAN TEORETIS
2.1  karakter siswa..................................................................................... 5
2.2  media elektronik................................................................................. 7
2.3  lingkungan sekolah........................................................................... 10
2.4  ekonomi di SMA/MA....................................................................... 10
2.5  kisi-kisi penelitian............................................................................. 11
2.6  kerangka berpikir.............................................................................. 12
2.7  hipotesis penelitian............................................................................ 13

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 desain penelitian............................................................................... 15
3.2 pendekatan penelitian....................................................................... 15
3.3 variabel penelitian............................................................................. 15
3.4 populasi dan sampel.......................................................................... 16
3.5 teknik sampling................................................................................. 17
3.6 teknik pengumpulan data................................................................. 17
3.7 validitas dan realibilitas.................................................................... 18
3.8 teknik analisis data........................................................................... 19
3.9 jadwal penelitian............................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 21



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Karakter dinilai sebagai upaya yang sangat strategis saat ini untuk membuka pintu bagi bangsa ini untuk keluar dari keterpurukan. Pujian adalah cara yang paling efektif dalam mendorong pendidikan karakter (Garmo, 2013:4). Ketika bangsa ini mengabaikan pendidikan dan pembangunan karakter bangsa, tidak ada daya juang dan dorong dari dalam diri tiap anak bangsa yang mempersatukan pemerintah dan rakyat. Menurut KBBI karakter memiliki arti tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain (Narwanti, 2011:2). Pada zaman sekarang penggunaan media elektronik dan lingkungan sekolah sangatlah berpengaruh pada pembentukan karakter siswa termasuk siswa Man 2 kota Jambi.
Media elektronik dapat memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Pada sisi positif media elektronik mempermudah siswa untuk mengerjakan tugas karena siswa dapat mengakses internet dan ebook dengan menggunakan smartphone ,namun media elektronik juga memiliki sisi negatif karena dengan adanya media elektronik siswa dengan mudah mengakses situs porno, film atau game yang bermuatan kekerasan. Selain media elektronik, lingkungan sekolah juga sangat berpengaruh pada pembentukan karakter siswa karena sekolah tidak hanya menghasilkan anak yang cerdas namun sekolah juga tempat dimana akan menghasilkan anak-anak yang berkarakter baik. Apabila di lingkungan sekolah sering terjadi tawuran maka siswa akan mempunyai karakter yang sama, siswa akan menjadikan kekerasan sebagai salah satu penyelesaian masalah.
Dalam pemilihan sekolah sehendaknya pilihlah sekolah yang tertib, teratur dan bersih. Karena hal ini dapat membiasakan anak untuk hidup secara tertib dan disiplin. Selain itu kualitas guru yang memiliki kepribadian baik akan lebih mudah di contoh oleh siswa yang bersekolah disana. Seperti MAN 2 kota Jambi dimana sekolah tersebut selalu melaksanakan kegiatan gotong royong setiap hari sabtu pagi. Dan di sekolah ini melarang siswa untuk menggunakan smartphone pada jam sekolah karena sekolah telah menyediakan ruangan komputer yang akan selalu diawasi oleh guru agar siswa tidak dapat mengakses hal-hal yang tidak diinginkan. Apabila siswa tertangkap membawa smartphone maka siswa akan mendapatkan surat peringatan berupa surat tilang dan ini dapat memberikan efek jera pada siswa untuk melanggar peraturan sekolah. Akan tetapi pengembangan karakter pada individu akan berhasil sesuai dengan yang diharapkan jika memerhatikan karakter dasar yang dimiliki individu (Andrianto, 2011:20)
Namun tidak semua siswa mematuhi peraturan yang telah dibuat MAN 2 kota Jambi, masih saja ada siswa yang tidak jera atas hukuman-hukuman yang telah diberikan. Memberikan hukuman yang sepadan untuk kesalahan yang telah di perbuat adalah pilihan terbaik dalam pembentukan karakter siswa, seperti jika menggunakan sepatu bercorak warna selain hitam pihak sekolah akan memberikan surat tilang dan apabila siswa sudah mendapatkan 3 surat tilang akan diproses di ruang BK, karena di sekolah ini tidak diperkenankan membawa smartphone maka jika ada yang ketahuan membawa smartphone hukuman terbaik yang diberikan adalah menyita smartphone tersebut dan di kembalikan pada akhir semester. Sehingga dengan cara seperti ini siswa akan jauh lebih disiplin pada peraturan yang telah ditetapkan.
Peneliti telah memilih MAN 2 kota Jambi sebagai tempat observasi, yang bertempat di jalan adityawarman ,Jambi selatan, The Hok, kota Jambi, 36125.
Atas dasar pemikiran inilah yang menggugah perhatian peneliti untuk melakukan penelitian dalam bentuk proposal yang berjudul: “Pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi tahun 2017”.
Saya sebagai peneliti mengharapkan penelitian terhadap pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi ini berhasil dan dapat membawa perubahan yang baik untuk sekolah tersebut.


1.2  Rumusan Masalah
1.      Apakah pengaruh media elektronik terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2  kota Jambi.
2.      Apakah pengaruh lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi.
3.      Bagaimanakah pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi.

1.3  Tujuan Penelitian
1.      Melihat perubahan atas pengaruh media elektronik terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi.
2.      Melihat perubahan atas pengaruh lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi.
3.      Melihat pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi.

1.4  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1.4.1        Manfaat secara Teoretis
a.    Dapat menambah ilmu pengetahuan dalam penggunaan media elektronik agar dapat diterapkan dalam pelajaran sehari-hari
b.    Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu mempermudah kegiatan pembelajaran.
1.4.2        Manfaat secara Tata Laksana
a.  Bagi siswa
Dapat berubah menjadi siswa yang jauh lebih baik, karena telah mengetahui pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah sangat penting pada untuk menentukan watak/karakter untuk kedepannya.
b.  Bagi guru
Guru dapat mencari cara yang tepat untuk membentuk karakter siswa walaupun pada dasarnya pembentukan karakter sudah harus di lakukan sedari kecil.
c.  Bagi sekolah
Digunakan sebagai bahan informasi dari pembentukan karakter siswa.
d. Bagi peneliti
Penelitian ini memberikan masukan sekaligus pengetahuan untuk mengetahui betapa pentingnya media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi


BAB II
TINJAUAN TEORETIS

2.1 KARAKTER SISWA
2.1.1 defenisi karakter siswa
Istilah karakter sama sekali bukan satu hal yang baru bagi kita. Karakter berasal dari bahasa yunani KHARAKTER yang berkar dari diksi “kharassein” yang berarti memahat atau mengukir, sedangkan dalam bahasa latin karakter bermakna membedakan tanda. Dalam bahasa Indonesia, karakter dapat diartikan sebagai sifat-sifat kejiawaan/tabiat/watak. Karater dalam American herrtitage dictionary, merupakan kualitas sifat, cirri, atribut, serta kemampuan khas yang dimiliki individu yang membedakannya dari pribadi yang lain. Dalam KBBI karakter memiliki arti tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.

2.1.2 Unsur-unsur Karakter

Secara psikologis dan sosiologis pada manusia terdapat hal-hal yang berkaitan dengan terbentuknya karakter. Unsur-unsur ini menunjukan bagaimana karakter seseorang. Unsur-unsur tersebut antara lain:

a.         Sikap

Sikap seseorang merupakan bagian dari karakter, bahkan dianggap cerminan karakter seseorang tersebut. Dalam hal ini, sikap seseorang terhadap sesuatu yang ada di hadapannya, biasanya menunjukan bagaimana karakter orang tersebut. Jadi, semakin baik sikap seseorang maka akan dikatakan orang dengan karakter baik. Dan sebaliknya, semakin tidak baik sikap seseorang maka akan dikatakan orang dengan karakter yang tidak baik.

b.        Emosi

Emosi merupakan gejala dinamis dalam situasi yang dirasakan manusia, yang disertai dengan efeknya pada kesadaran, perilaku, dan juga merupakan proses fisiologis. Tanpa emosi, kehidupan manusia akan terasa hambar karena manusia selalu hidup dengan berfikir dan merasa. Dan emosi identik dengan perasaan yang kuat.

c.         Kepercayaan

Kepercayaan merupakan komponen kognitif manusia dari faktor sosio-psikologis. Kepercayaan bahwa sesuatu itu benar atau salah atas dasar bukti, sugesti otoritas, pengalaman, dan intuisi sangatlah penting dalam membangun watak dan karakter manusia. Jadi, kepercayaan memperkukuh eksistensi diri dan memperkukuh hubungan dengan orang lain.

d.        Kebiasaan dan Kemauan

Kebiasaan merupakan aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis pada waktu yang lama, tidak direncanakan dan diulangi berkali-kali. Sedangkan kemauan merupakan kondisi yang sangat mencerminkan karakter seseorang karena kemauan berkaitan erat dengan tindakan yang mencerminkan perilaku orang tersebut.

e.         Konsepsi diri (Self-Conception)

Proses konsepsi diri merupakan proses totalitas, baik sadar maupun tidak sadar tentang bagaimana karakter dan diri seseorang dibentuk. Jadi konsepsi diri adalah bagaimana saya harus membangun diri, apa yang saya inginkan dari, dan bagaimana saya menempatkan diri dalam kehidupan.

 

2.1.3 Proses Pembentukan Karakter

Tindakan, perilaku, dan sikap anak saat ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul atau terbentuk atau bahkan ‘GIVEN’ dari yang maha kuasa. Ada sebuah proses panjang sebelumnya yang kemudian membuat sikap dan perilaku tersebut melekat pada dirinya. Bahkan, sedikit atau banyak karakter anak sudah mulai terbentuk sejak dia masih berwujud janin dalam kandungan.

Membentuk karakter, kata ratna megawangi, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Ada tiga pihak yang memiliki peran penting terhadap pembentukan karakter ana yaitu: keluarga, sekolah dan lingkungan. Ketiga pihak tersebut harus ada hubungan yang sinergis.

Kunci pembentukan karakter dan fondasi pendidikan sejatinya adalah keluarga. Keluarga merupakan pendidikn yang pertama dan utama dalam kehidupan anak karena dari keluargalah anak dapatkan pendidikan untuk pertama kalinya serta menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak dan moral anak. Orang tua bertugas sebagai pengasuh, pembimbing, pemelihara dan sebagai pendidik terhadap anak-anaknya.

Akan tetapi, kecenderungan saat ini, pendidikan yang semula menjadi tanggung jawab keluarga sebagian besar diambil alih oleh sekolah dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Pada tingkat permulaan fungsi ibu sebagian besar sudah diambil okeh pendidikan prasekolah.begitu pula masyarakat juga mengambil peran yang besar dalam pembentukan karakter.

 

2.2 MEDIA ELEKTRONIK

2.2.1 Defenisi Media Elektronik

Media elektronik adalah informasi atau data yang dibuat, disebarkan, dan diakses dengan menggunakan suatu bentuk elektronik, energi elektromekanikal, atau alat lain yang digunakan dalam komunikasi elektronik. Yang termasuk ke dalam media elektronik antara lain : televisi, radio, komputer, handphone, dan alat lain yang mengirim dan menerima informasi dengan menggunakan elektronik (Surya, 2012). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media elektronik adalah sarana media massa yang menggunakan alat-alat elektronik modern, seperti radio, televisi, komputer, handphone, dll (Alwi, 2007).

2.2.2 Fungsi Gadget

Gadget memiliki fungsi dan manfaat yang relatif sesuai dengan penggunanya. Fungsi dan manfaat gadget secara umum diantaranya:

1.      Komunikasi
Pengetahauan manusia semakin luas dan maju. Jika zaman dahulu manusia berkomunikasi melalui batin, kemudian berkembang melalui tulisan yang dikirimkan melalui pos. Sekarang zaman era globalisasi manusia dapat berkomunikasi dengan mudah, cepat, praktis dan lebih efisien dengan menggunakan handphone.
2.      Sosial
Gadget memiliki banyak fitur dan aplikasi yang tepat untuk kita dapat berbagi berita, kabar, dan cerita. Sehingga dengan pemanfaatan tersebut dapat menambah teman dan menjalin hubungan kerabat yang jauh tanpa harus menggunakan waktu yang relatif lama untuk berbagi.
3.      Pendidikan
Seiring berkembangnya zaman, sekarang belajar tidak hanya terfokus dengan buku. Namun melalui gadget kita dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan yang kita perlukan. Tentang pendidikan, politik, ilmupengetahuan umum, agama, tanpa harus repot pergi ke perpustakaan yang mungkin jauh untuk dijangkau.

2.2.3 Dampak Media Elektronik Terhadap Perkembangan Anak
Pengaruh media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih dan jumlahnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memperhatikan, mendampingi dan mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV, bermain playstation, menonton video/DVD/VCD daripada melakukan hal lainnya.
Media merupakan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan satu dengan lainnya. Di satu sisi media memiliki dampak positif  dan  sisi yang lain memiliki dampak negatif. Pada sisi positif  media dapat memberikan informasi dengan mudah dan cepat melalui  surat kabar, televisi, radio, film, dan internet. Misalnya, acara pendidikan dan informasi di TV, buku cerita anak, situs-situs pendidikan di internet, film-film yang menghibur dan sekaligus mendidik, atau videogame yang sehat bagi anak. Namun, pada sisi negatif, media dapat menampilkan muatan yang tidak baik dikonsumsi, terutama untuk anak-anak yang sedang mengalami masa transisi sehingga peran orang tua sangat penting. Adapun penyimpangan perilaku yang biasa dilakukan remaja diantaranya adalah sering melakukan tindak kekerasan, mengakses situs porno, komik porno, film atau game yang bermuatan kekerasan.
Remaja merupakan salah satu fase perkembangan setelah anak-anak. Pada fase ini remaja mengalami masa transisi  dalam hidupnya yaitu masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat termasuk perubahan aspek kognitif, emosi sosial dan pencapaian. Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun sebagian lainnya bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis dan sosial. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
1.              Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2.              Ketidakstabilan emosi.
3.             Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4.              Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5.             Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6.             Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7.              Senang bereksperimentasi.
8.              Senang bereksplorasi.
9.              Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10.         Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja di atas dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja diantaranya adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
2.3 LINGKUNGAN SEKOLAH
2.3.1 Defenisi Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah merupakan lingkungan pendidikan utama yang kedua. Siswa-siswa, guru, administrator, konselor hidup bersama dan melaksanakan pendidikan secara teratur dan terencana dengan baik (Hasbullah, 2013:36). Menurut Dalyono (2010:131) lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk kecerdasannya. Lingkungan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak, karena kelengkapan sarana dan prasarana dalam belajar serta kondisi lingkungan yang baik sangat penting guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan. Lingkungan sekolah yaitu keadaan sekolah tempat belajar yang turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Keadaan gedung sekolahnya dan letaknya, serta alat-alat belajar yang juga ikut menentukan keberhasilan belajar siswa (Muhibbin Syah,2010:152).Menurut (Oemar Hamalik,2009:6) lingkungan sekolah adalah sebagai tempat mengajar dan belajar. Sebagai suatu lembaga yang menyelenggarakan pengajaran dan kesempatan belajar harus memenuhi bermacam-macam persyaratan antara lain: murid, guru, program pendidikan, asrama, sarana dan fasilitas. Segala sesuatu telah diatur dan disusun  menurut pola dan sistematika tertentu sehingga memungkinkan kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dan terarah pada pembentukan dan pengembangan siswa.

2.4 EKONOMI di SMA/MA
Seiring dengan perkembangan jaman dan ilmu pengetahuan muncullah ilmu yang disebut ilmu ekonomi. Menurut Paul A.Samuelson (Sukwiaty, dkk, 2009: 120) mengemukakan bahwa: Ilmu ekonomi sebagai suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditas, untuk kemudian menyalurkannya, baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mata pelajaran ekonomi adalah bagian dari mata pelajaran di sekolah yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya yang tak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas jumlahnya. Dalam melakukan kegiatan ekonomi, media elektronik sangatlah membantu. Media elektronik dapat memberikan pemberitahuan tentang ekonomi yang sedang terjadi seperti melemahnya nilai rupiah dll.

2.5 KISI-KISI PENELITIAN
no
variabel
Sub variabel
Sub-sub variabel
No.item
ket
1
Media elektronik
Televisi
Pengaruh televisi terhadap pembentukan karakter siswa
1,2,3,4
4


gadget
Pengaruh gadget terhadap pembentukan karakter siswa
5,6,7,8
4


komputer
Pengaruh komputer terhadap pembentukan karakter siswa
9,10,11,12
4
2
Lingkungan sekolah
Nilai-nilai tata tertib siswa
Tata tertib mempengaruhi pembentukan karakter
13,14,15,16
4


Nilai-nilai kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi pembentukan karakter
17,18,19,20
4


Lingkungan teman di sekolah
Pembentukan karakter siswa dapat menjadi baik apabila lingkungan teman di sekolah baik
21,22,23,24,25,26
6


Relasi guru dan siswa di sekolah
Hubungan baik antara guru dan siswa di sekolah mempengaruhi pembentukan karakter
27,28,29,30,31
5



Letak gedung sekolah
Apabila gedung sekolah terletak di lingkungan yang baik maka akan mempengearuhi pembentukan karakter siswa
32,33,34,35
4
3
Pembentukan karakter siswa
Karakter siswa dilihat dari beberapa faktor pembentuk.





2.6 KERANGKA BERFIKIR
Pembentukan karakter siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor-faktor tersebut bisa berasal dari internal (dalam) maupun eksternal (luar) salah satu faktor yang berasal dari dalam diri adalah potensi dasar yang dimiliki seorang seseorang sejak ia lahir sebagai modal dasar sumber daya manusia (SDM). Setiap manusia lahir ke dunia ini telah dilengkapi oleh Allah SWT dengan beberapa potensi untuk menjalani kehidupan di dunia yaitu potensi spiritual, emosional, intelektual dan biologis. Faktor eksternal dalam pembentukan karakter adalah tempat tinggal dan lingkungan sosial ekonomi dimana manusia itu dilahirkan, dibesarkan, bermasyarakat termasuk lingkungan sekolah yang berfungsi mempengaruhi dan membentuk pengembangan faktor internal SDM itu sendiri.
Pada zaman sekarang media elektronik juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa karena media elektronik sudah tidak lazim untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Media elektronik dapat memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter, siswa dengan mudahnya mengakses ilmu pengetahuan sehingga siswa tidak akan bosan dengan media pembelajaran yang tersedia di internet namun jika media elektronik disalahgunakan maka akan membuat siswa berpikiran dan bersikap yang negatif karena internet dengan mudahnya dapat mempengaruhi pembentukan karakter siswa.



Rounded Rectangle: Pembentukan
karakter
pengaruh




Rounded Rectangle: Lingkungan sekolah
 






Keterangan
: pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen      secara parsial/sendiri-sendiri
: pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama
Dalam hal ini variabel X1 adalah media elektronik, variabel X2 adalah lingkungan sekolah merupakan variabel bebas. Lingkungan merupakan faktor penting dalam pembentukan karakter siswa termasuk lingkungan sekolah. Sebagai variabel terikat yaitu pembentukan karakter dilambangkan dengan Y.

2.7 HIPOTESIS PENELITIAN
Variabel 1
a.     Jika terdapat pengaruh positif dari media elektronik maka pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi tahun 2017 akan baik.
b.    Jika terdapat pengaruh negatif dari media elektronik maka pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi tahun 2017 akan buruk.

Variabel 2
a.     Jika lingkungan sekolah memberikan dampak yang baik maka pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi tahun 2017 akan membaik.
b.    Jika lingkungan sekolah memberikan dampak yang buruk maka pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi tahun 2017 akan memburuk.

Variabel 3
a.     Jika media elektronik dan lingkungan sekolah membawa pengaruh baik maka pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi tahun 2017 akan baik.
b.    Jika media elektronik dan lingkungan sekolah membawa pengaruh buruk maka pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi tahun 2017 akan buruk.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1    DESAIN PENELITIAN
Menurut (Khairinal,2016:282), desain penelitian bagi seorang peneliti adalah untuk menentukan dan menggunakan langkah-langkah tentang apa-apa saja yang menjadi pegangan atau pedoman metode dalam suatu penelitian.
Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitan yang memberikan gambaran informasi mengenai suatu gejala yang ada, yaitu media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa jurusan ips MAN 2 kota Jambi

3.2    PENDEKATAN PENELITIAN
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menurut (khairinal,2016:283) pendekatan kuantitatif pengolahan data empiris mulai dari data deduktif yaitu mulai dari data umum menuju data spesifik/khusus. Penelitian bersandar pada kajian statistika rumus-rumus statistik tertentu, yaitu data mengenai pengaruh media elektronik dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa MAN 2 kota Jambi

3.3    VARIABEL PENELITIAN
Variabel penelitian adalah atribut dari seseorang atau obyek yang mempunyai “variable” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Sugiyono,2001:20).
Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu variabel bebas (X1) (X2) dan variabel terikat (Y).
a.       Variabel bebas (X) adalah variabel yang mempengaruhi terhadap suatu gejala. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media elektronik dan lingkungan sekolah.
b.      Variabel terikat (Y) adalh variabel yang dipengaruhi oleh suatu gejala. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pembentukan karakter siswa.

3.4    POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
3.4.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan dari penelitian yang menjadi pusat perhatian dan menjadi sumber data penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa jurusan IPS di Madrasah Aliyah Negri 2 kota Jambi. Yang mana jumlah populasi nya 420 orang.
Tabel 3.4.1
no
kelas
Jumlah
1
X ips 1
35
2
X ips 2
37
3
X ips 3
36
4
X ips 4
35
1
XI ips 1
34
2
XI ips 2
35
3
XI ips 3
33
4
XI ips 4
33
5
XII ips 1
35
6
XII ips 2
36
7
XII ips 3
34
8
XII ips 4
37

jumlah
420

3.4.2 Sampel Penelitian
  Sampel penelitian diperoleh dengan mengambil 10% dari populasi. Hal ini mengacu pada pendapat (Arikunto,2002:120) yang mengatakan bahwa jika jumlah subjek kurang dari 100 maka sebaiknya diambil semuanya dan jika jumlah subjeknya lebih dari 100, maka sampelnya di ambil 10% dari jumlah populasi. Jumlah populasinya adalah 420 orang maka sampel yang diambil hanya 42 orang.

3.5    TEKNIK SAMPLING
Menurut (khairinal,2016:311) teknik sampling adalah salah satu bagian dari metodologi penelitian yang berkenaan dengan kegiatan cara memilih sampel penelitian dan data statistik yaitu berhubungan dengan pengambilan sebagian dari sekumpulan populasi data yang mempunyai karakteristik yang sama untuk dihitung jumlah sampelnya.
Untuk menentukan jumlah sampel pada penelitian dan memberi pendapat untuk sekedar batasan, apabila obyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya.

3.6    TEKNIK PENGUMPULAN DATA
dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan alat pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Dalam peneliti ini metode yang akan digunakan antara lain:
3.6.1   Metode Angket Atau Kuesioner
yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto,1998:10).
Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa angket adalah suatu cara pengumpulan informasi dengan menyampaikan suatu daftar pertanyaan tentang hal-hal yang diteliti.

3.6.2   Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan atau transkip nilai. Teknik ini digunakan untuk menangkap data tentang hasil belajar siswa.


3.6.3   Metode Observasi
Obsevasi yaitu memperlihatkan sesuatu dengan mempergunakan mata. Observasi atau yang disebut juga dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi pengobservasian dapat dilakukan melalui pengamatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap (Arikunto, 1998:146). Penggunaan metode obsevasi di maksudkan untuk mengetahui pembentuan kaeakter siswa yang dilakukan.

3.7    VALIDITAS DAN REALIBITAS
3.7.1   Validitas
Validitas adalah suatu standar ukuran yang menunjukkan ketepatan dan kesahihan suatu instrumen.
Uji validitas dilakukan untuk memastikan seberapa baik suatu instrumen digunakan untuk mengukur konsep yang seharusnya diukur. Menurut Sugiono (2010) untuk menguji validitas konstruk dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan skor totalnya.
Rumus yang digunakan untuk menguji validitas instrumen ini adalah Product Moment dari Karl Pearson, sebagai berikut:
                                                                  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyZxgMrA_KPpFMPCKy0mAe5rz-Qm7zGWdNJP0G9jU5O9rYehvJZIMLrUonFrcnewGtbXQnME-IBZaQ8L1ktS1OU5bncwb9mt8nbI20EtEksfSdmGe8rvg5IaFmwurgkuCdb0RT40La2tk/s1600/v2.jpg

Keterangan :
rxy     =koefisien korelasi x dan y
n        =jumlah responden
X       =jumlah skor butir soal tiap individu
Y       =jumlah skor total tiap variabel

Kemudian hasil dari rxy dikonsultasikan dengan harga kritis product moment (r tabel), apabila hasil yang diperoleh rhitung > rtabel, maka instrumen tersebut valid.


3.7.2   Realibilitas
(Arikunto,2006: 154) menyatakan “Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik”.
Reliabilitas berkenaan dengan tingkat keajegan atau ketetapan hasil pengukuran (Sukmadinata, 2009). Kuesioner dikatakan reliabel jika dapat memberikan hasil relatif sama (ajeg) pada saat dilakukan pengukuran kembali pada obyek yang berlainan pada waktu yang berbeda atau memberikan hasil yang tetap.
Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus cronbach alpha sebagai berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqXFucKEepYegQ517hHQdpSuK8kzSYSbQKSoWMGEKOgLQvLns5MVB4LEUWFPSh7gocTHJcHti80estERdm_5fhsJvinyC7ngRRY3V-JS0UoIcepJM3K02ijXXQUINo9KT7jEUovs_gst8/s1600/v.jpg

Apabila koefisien Cronbach Alpha (r11) ≥ 0,7 maka dapat dikatakan instrumen tersebut reliabel (Johnson & Christensen, 2012).

3.8    TEKNIK ANALISIS DATA
3.8.1   Uji Normalitas
Uji Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Metode klasik dalam pengujian normalitas suatu data tidak begitu rumit. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data yang banyaknya lebih dari 30 angka (n > 30), maka sudah dapat diasumsikan berdistribusi normal. Biasa dikatakan sebagai sampel besar.

3.8.2   Analisis Hasil Penelitian
3.8.2.1       analisis deskriptif presentase
analisa dalam penelitian digunakan untuk mengetahui dan men ggambarkan mengenai keadaan variabel. Baik itu variabel pembentukan karakter siswa maupun pengaruh lingkungan sekolah bagi siswa MAN 2 kota Jambi. Penggambaran dua variabel ini dinyatakan dalam bentuk persentase dan selanjutnya ditafsirkan dengan tabel kriteria yang telah dibuat.

a.       Memberikan skor terhadap jawaban responden sengan ketentuan:
1.      Untuk jawaban A diberi skor 4
2.      Untuk jawaban B diberi skor 3
3.      Untuk jawaban C diberi skor 2

3.9    JADWAL PENELITIAN
Tabel 3.9
no
kegiatan



tahun




april
mei
Juni
juli
agust
sept
1
Tahapan persiapan penelitian







a.    Penyusunan dan pengajuan judul







b.    Pengajuan proposal







c.    Perizinan penelitian






2
Tahapan pelaksanaan







a.    Pengumpulan data







b.    Analisis data






3
Tahapan penyusunan laporan









DAFTAR PUSTAKA

Andrianto, Tuhana Taufiq. 2011. Mengembangkan karakter anak di era cyber. Ar-ruzz media : Yogyakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. PT Rineka Cipta : Jakarta.
Garmo, john. 2013. Pengembangan karakter untuk anak: panduan pendidik.
Kesaint Blanc : Jakarta pusat.
Khairinal. 2016. Menyusun proposal skripsi, thesis dan disertasi. Salim media Indonesia : Jambi
Narwati, Sri. 2011. Pendidikan Karakter. Relasi Inti Media Group : Yogyakarta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya : Bandung.

Komentar