makalah psikologi pendidikan "faktor motivasi dan pendidikan"



MAKALAH
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
“FAKTOR MOTIVASI DAN PENDIDIKAN”




Dosen pengampu : Siti Amanah,S.Pd.,M.Pd
Kelas : 4/H
Disusun oleh :
Aminah ramalia        ( RRA1A116010)
Yusra hamini             ( RRA1A116037)
Rizki prasetio utomo (RRA1A116015)


PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERISTAS JAMBI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah yang berjudul "FAKTOR MOTIVASI DAN PENDIDIKAN". Makalah ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini  dapat menginspirasi para pembaca untuk mengangkat permasalahan lain.

Penyusun


01 Maret 2018



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii

BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar belakang....................................................................................................... 1
B.     Rumusan masalah.................................................................................................. 1
C.     Tujuan.................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Definisi motivasi belajar....................................................................................... 3
B.     Pandangan behaviorisme, kognitivisme dalam motivasi...................................... 3
C.     Pentingnya motivasi dalam belajar....................................................................... 5
D.    Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar............................................. 6
E.     Upaya peningkatan motivasi belajar.................................................................... 8
F.      Proses penerapan motivasi dalam pendidikan dan pembelajaran......................... 9

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................................................ 12
B.     Saran.................................................................................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 13





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Proses pembelajaran dapat dijelaskan dengan menggunaan berbagai teori belajar. Di samping itu proses tersebut dapat pula di jelaskan dengan memperhatikan satu aspek yang penting ,yaitu motivasi siswa. Guru sering dirisaukan dengan adanya siswa yang dinilai cerdas tetapi mempunyai prestasi yang sedang sedang saja.
Keberhasilan belajar di pengaruhi oleh banyak faktor yang bersal dari dalam dan luar diri siswa .faktor luar misalnya fasilitas belajar, cara mengajar guru,sistem pemberian umpan balik, dan sebagainya .faktor-faktor dari dalam diri siswa mencakup kecerdasan, strategi, motivasi, dan sebagainya. namun pada kenyataanya dalam suatu kelas,keadaan siswa bermacam-macam unutk belajar maupun menerima pelajaran yang di sampaikan oleh guru. Oleh karena itu guru perlu memperhatikan kondisi ekstern belajar,kondisi intern siswayang belajar. Sehingga pentingnya motivasi, jenis dan sifat motivasi ,dan upaya peningkatan motivasi belajar benar-benar perlu di pahami.

B.     Rumusan masalah
a.    Apa pengertian motivasi belajar ?
b.    Bagaimana pandangan behaviorisme, kognitivisme terhadap motivasi?
c.    Apa pentingnya motivasi dalam belajar ?
d.   Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi?
e.    Bagaimana upaya peningkatan motivasi belajar ?
f.     Bagaimana proses penerapan teori motivasi dalam pendidikan dan pembelajaran?



C.    Tujuan
a.     Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan motivasi belajar
b.     Untuk mengetahui pandangan behaviorisme, kognitivisme terhadap motivasi
c.     Mengetahui pentingnya motivasi dalam belajar atau pendidikan
d.    Faktor yang dapat mempengaruhi motivasi
e.     Upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar
f.      Mengetahui proses penerapan teori motivasi dalam pendidikan dan pembelajaran





BAB II
PEMBAHASAN

A.       Defenisi Motivasi
Sungguh sudah banyak defenisi yang dikemukakan oleh para ahli psikologi, secara etimologi ,motif atau dalam bahasa inggris motive ,berasal dari motion yang berarti “gerakan” atau “sesuatu yang bergerak”. Jadi istilah motif erat berkaitan dengan gerak yakni gerakan yang dilakukan oleh manusia atau disebut juga perbuatan atau tingkah laku
Pengertian Motivasi Belajar Siswa Menurut Para Ahli
a.       Dalam buku psikologi pendidikan Drs. M. Dalyono memaparkan bahwa “motivasi adalah daya penggerak/pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan, yang bisa berasal dari dalam diri dan juga dari luar” (Dalyono, 2005: 55).
b.      Dalam bukunya Ngalim Purwanto, Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive). Tujuan adalah yang membatasi/menentukan tingkah laku organisme itu (Ngalim Purwanto, 2007 : 61).
Dengan demikian motivasi dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan untuk terjadinya percepatan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara khusus.

B.       Pandangan Behaviorisme Dan Kognitivisme Dalam Motivasi
Pandangan Behaviorisme terhadap Motivasi
Menurut paham behavioristik, motivasi merupakan faktor eksternal yang perlu didesain untuk mengubah perilaku individu sesuai dengan perilaku yang diharapkan dengan jalan melakukan modifikasi yang perlu diterapkan dengan mengaplikasi konsekuensi dari perilaku yang ditampilkan individu, seperti reinforcement dan punishment. Oleh sebab itu semua faktor yang berkaitan dengan hal tersebut perlu disediakan agar individu termotivasi untuk melakukan kegiatan yang ditujukan pada perubahan perilaku yang diharapkan. Di dalam pendidikan, faktor-faktor tersebut di antaranya meliputi penciptaan iklim yang kondusif, penyediaan fasilitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan , dan adanya guru yang dapat dijadikan model dari perilaku yang diharapkan. Sebagai contoh, beberapa siswa berusaha keras mendapatkan omelan gurunya walaupun siswa-siswa yang lain berusaha untuk menghindarinya. Beberapa siswa menampilkan respons yang baik terhadap pujian, tetapi yang lain ( mungkin mereka yang tidak ingin mendapat julukan “anak emas” oleh teman-temannya) melihat pujin guru sebagai “nasib buruk”. Prinsip penting dari kondisioning operant adalah bahwa stimulus-stimulus yang berbeda memberi penguatan bagi individu-individu yang berbeda pula. Kita tidak pernah boleh membuat asumsi-asumsi tentang kejadian-kejadian spesifik apa yang menguatkan bagi siswa-siswa tertentu.

Pandangan Kognitivisme Terhadap Motivasi
Pandangan kognitivisme terhadap motivasi ditekankan pada keyakinan para ahli kognitivisme tentang manusia sebagai makhluk berpikir.  Motivasi menurut paham kognitivisme merupakan faktor yang datang dari dalam diri manusia, oleh sebab itu, individu tidak secara otomatis memberikan respons terhadap peristiwa-peristiwa yang datang dari luar dirinya, atau berbagai tindakan yang berkaitan dengan motivasi eksternal. Dengan demikian, motivasi menurut pandangan kognitivisme berkaitan dengan pilihan, keputusan, rencana, minat, dan tujuan berbagai perhitungan yang berkaitan dengan keuntungan dan kerugian yang akan dialami individu. Motivasi menurut perspektif kognitivisme bersifat instrinsik yang erat hubungannya dengan kemampuan individu dalam memecahkan masalah –masalah yang mengundang problematik (McInerney & McInerney, 1998: 173). Selanjutnya, motivasi instrinsik melibatkan rasa puas terhadap keberhasilan yang dicapai, keamanan pribadi, serta minat individu. Faktor-faktor tersebut dijelaskan secara rinci di dalam attributtion theory.
Motivasi intrinsik dapat dikembangkan melalui berbagai tindakan seperti yang dijelaskan berikut ini:
·         Menyesuaikan tingkat tantangan dengan kemampuan individu. Motivasi intrinsik dipengaruhi oleh tingkat tantangan yang ada dalam memecahkan masalah. Tantangan tersebut disesuaikan dengan kemampuannya untuk mengatasi tantangan itu. Oleh sebab itu, tantangan yang diberikan oleh guru yang bertujuan untuk menumbuhkan motivasi intrinsik siswa haruslah realistik dan memiliki tujuan yang jelas.
·         Kemampuan untuk mengontrol aktivitas-aktivitas yang perlu dilakukan dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi atau disebut dengan istilah sense of autonomy.
·         Partisipasi aktif dalam pemecahan masalah merupakan faktor penting dalam memlihara motivasi intrinsik. Apabila individu tidak mendapat kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif maka motivasi intrinsik akan melemah, bahkan akan hilang.
·         Keingintahuan merupakan faktor penting untuk menumbuhkan motivasi intrinsik, kengintahuan ini dapat distimulasi melalui berbagai kegiatan, diantaranya menyajikan situasi yang mengandung konflik atau masalah yang didesain berdasarkan ide dan keyakinan siswa yang diwarnai dengan berbagai kondisi yang mengandung konflik atau masalah.
C.       Pentingnya Motivasi Dalam Belajar
Motivasi belajar sangat penting bagi siswa dan guru. Pentingnya motivasi belajar bagi siswa adalah sebagai berikut :
a.       Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.
b.      Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
c.       Mengarahkan kegiatan belajar.
d.      Membesarkan semangat belajar
e.       Menyadarkan bahwa adanya perjalan belajar dan kemudian bekerja yang berkesinambungan.

D.       Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Suryabrata (2004), ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain:
a) Faktor Eksternal - Faktor dari luar individu yang terbagi menjadi dua: faktor sosial meliputi faktor manusia lain baik hadir secara langsung atau tidak langsung dan faktor non sosial meliputi keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu, tempat belajar, dan lain-lain.
b) Faktor Internal - Faktor dari dalam diri individu yang terbagi menjadi dua: faktor fisiologis meliputi keadaan jasmani dan keadaan fungsi-fungsi fisiologis dan faktor psikologis meliputi minat, kecerdasan, dan persepsi.
Menurut Sardiman (2010), ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah, antara lain:
1.        Memberi angka, yang merupakan simbol dari kegiatan belajar, banyak siswa yang belajar hanya untuk mendapatkan angka/nilai yang baik. Biasanya siswa yang dikejar adalah nilai ulangan atau nilai-nilai dalam raport.  
2.        Hadiah, hadiah juga dapat digunakan sebagai motivasi, tetapi tidak selalu demikian. Karena hadiah untuk pekerjaan mungkin tidak akan menarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat dalam pekerjaan tersebut. 
3.        Saingan/kompetisi, persaingan dapat juga digunakan sebagai motivasi, baik persaingan individual atau persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 
4.        Keterlibatan diri, keterlibatan diri ini menumbuhkan kesadaran pada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga kerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang sangat penting.   
5.        Memberi ulangan, para siswa akan giat belajar apabila mengetahui akan adanya ulangan 
6.        Mengetahui hasil, dengan mengetahui hasil apalagi terjadi kemajuan akan mendorong siswa untuk giat belajar. 
7.        Pujian, sebagai hadiah yang positif yang sekaligus memberikan motivasi yang baik 
8.        Hukuman, sebagai hadiah yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi.  
9.        Hasrat untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar 
10.    Minat, motivasi muncul karena adanya kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan motivasi yang pokok, proses belajar itu akan berjalan lancar apabila disertai dengan minat. 
11.    Tujuan yang diakui, rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh siswa akan merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan, maka akan timbul gairah untuk terus belajar.

Menurut Slavin (2009), cara guru meningkatkan motivasi intrinsik yaitu:
1.        Membangkitkan Minat - Meyakinkan siswa tentang daya tarik yang disajikan dan memperlihatkan manfaat dari pengetahuan tersebut.
2.        Mempertahankan Keingintahuan - Menggunakan berbagai sarana untuk lebih membangkitkan rangkaian pembelajaran  
3.        Menggunakan berbagai cara penyajian yang menarik - Penggunaan bahan-bahan yang menarik, misal dengan penggunaan film, mengajar dengan menggunakan komputer.

E.       Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
Berikut ini dikemukakan beberapa petunjuk untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
a.  Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia ingin dibawa. Pemahaman siswa terhadap tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. semakin jelas tujuan yang ingin dicapai ,semakin kuat motivasi belajar siswa.
b. Membangkitkan minat siswa
Siswa akan terdorong untu belajar manakala mereka memiliki minat untu belajar. Oleh karena itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar, salah satu caranya adalah mengaitkan pengalaman belajar dengan minat siswa.
c.  Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar
Siswa hanya mungkin dapat belajar baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan ,merasa aman, bebas dari takut.
d.       Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik
Dengan pembelajaran yang menarik, maka akan membangkitkan rasa ingin tahu siswa di dalam kegiatan pembelajaran yang selanjutnya siswa akan termotivasi dalam pembelajaran.
e.  Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa
Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Dalam pemberlajaran pujian dimanfaatkan sebagai alat motivasi .jangan memuji secara berlebihan karena akan teresan dibuat-buat .
f.  Berikan penilaian
Penilaian secara terus menerus akan mendorong siswa belajar, oleh karena setiap ana memiliki kecenderungan untuk memperoleh hasl yang baik. Disamping itu ,para siswa selalu mendapat tantangan dan masalah yang harus dihadapi dan di pecahkan, sehingga mendorongnya belajar lebih teliti dan seksama
g. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa
Siswa butuh penghargaan. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar yang positif. Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi siswa.
h. Ciptakan persaingandan kerjasama
Persaingan yang sehat dapat menumbuhkan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.

F.        Proses Penerapan Teori Motivasi Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran
Motivasi merupakan faktor yang penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Oleh sebab itu , perlu menentukan model penerapan motivasi yang dapat meyakinkan bahwa peserta didik memiliki kesempatan untuk mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran tersebut. Hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menghindari peserta didik dari stres yang tidak dibutuhkan, memberi kesempatan pada mereka untuk berkreativitas dan meningkatkan diri. Model motivasi yang dapat diterapkan dalam mendorong kemajuan siswa diantaranya digambarkan dalam diagram berikut ini.
Model penerapan teori motivasi dalam pendidikan dan pembelajaran :
1.        Sebelum Proses Pendidikan dan Pembelajaran: Asesmen Kebutuhan Siswa dan Kemauan untuk Berprestasi.
Sebelum proses pendidikan / pembelajaran dilakukan ,pendidik perlu mengajukan beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa terhadap proses pendidikan / pembelajaran yang akan dijalaninya. Pertanyaan tersebut diantaranya adalah: (1) apa yang dapat saya lakukan untuk membantumu dalam mengikuti proses pendidikan / pembelajaran ini? (2) Kegiatan-kegiatan yang bagaimanakah yang sukai agar tujuan pendidikan/ pembelajaran yang akan kamu ikuti dapat kamu lakukan secara efektif? (3) Hasil belajar yang bagaimanakah yang kamu inginkan?  (4)Apabila kamu mendapat kesulitan dalam belajar, usaha apa sajakah yang akan kamu lakukan? Kegiatan ini dapat disebut dengan istilah need assessment atau asesmen kebutuhan.
Hasil need assessment menjadi pedoman bagi pendidik dalam mendisain berbagai lingkungan belajar, strategi dan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tindakan-tindakan reinforcement yang akan dilakukan guru selama proses belajar berlangsung.

2.        Selama Proses Pendidikan dan Pembelajaran Berlangsung
Motivasi yang dilakukan selama proses pendidikan/ pembelajaran bertujuan untuk menjaga kestabilan semangat dan emosi siswa dalam mengikuti proses tersebut. Berbagai tindakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah seperti berikut ini:
·         Menstimulasi keingintahuan siswa. Keingintahuan siswa merupakan faktor penting untuk mencapai keberhasilan dalam belajar yang dapat dilakukan dengan jalan menyajikan berbagai kasus yang mengandung kontradiksi. Kasus tersebut dapat diambil dari berbagai sumber yang relevan dengan isi pembelajaran yang sedang disajikan.
·         Memelihara iklim emosi yang positif selama proses pembelajaran berlangsung. Emosi positif tersebut dapat dikembangkan melalui penyusunan tugas-tugas belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencapai keberhasilan. Kegagalan yang terus-menerus membuat motivasi siswa lemah. Dalam pelaksanaannya, tugas-tugas belajar tersebut dapat dilakukan dengan jalan mengkombinasikan kegiatan yang bersifat koperatif kegiatan yang bersifat kompetitif dan kegiatan yang bersifat individual.
·         Selama proses belajar berlangsung, stres pada siswa perlu diminimalisasi, yang dilakukan dengan jalan mendorong kegiatan yang meningkatkan kreativitas dan kesempatan siswa untuk meningkatkan dirinya.
·         Apabila motivasi internal siswa lemah maka pendidik dapat melakukan motivasi eksternal dengan jalan memberikan tugas-tugas yang dapat dilakukan siswa dengan baik selanjutnya, secara perlahan ditingkatkan pada tugas-tugas yang lebih sukar. Kegiatan ini dapat meningkatkan self-esteem siswa.
·         Teknik-teknik motivasi yang diterapkan perlu dipilih dan dipastikan dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam mencapai prestasi belajar secara optimal.

3.      Akhir Proses Pendidikan/ Pembelajaran
Diakhir proses pembelajaran, motivasi siswa sangat dipengaruhi oleh pencapaian hasil belajar yang diperolehnya. Oleh sebab itu, diakhir proses belajar siswa perlu perole infomasi mengenai faktor-faktor yang perlu mendapatkan perhatiannya dalam upaya meningkatkan pencapaian hasil belajarnya. Hal ini dapat dilakukan dengan Menunjukkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa, sebab-sebab kesalahan tersebut.Terjadi dan menyediakan program remedial bagi siswa yang membutuhkan perbaikan dalam proses belajar yang mereka inginkan.



BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Secara etimologi ,motif atau dalam bahasa inggris motive ,berasal dari motion yang berarti “gerakan” atau “sesuatu yang bergerak”. Jadi istilah motif erat berkaitan dengan gerak yakni gerakan yang dilakukan oleh manusia atau disebut juga perbuatan atau tingkah laku.
Motivasi merupakan faktor yang penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Oleh sebab itu , perlu menentukan model penerapan motivasi yang dapat meyakinkan bahwa peserta didik memiliki kesempatan untuk mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran tersebut. Hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menghindari peserta didik dari stres yang tidak dibutuhkan, memberi kesempatan pada mereka untuk berkreativitas dan meningkatkan diri.

B.       Saran
Guru harus menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan ,aktif , dan kreatif agar siswa lebih termotivasi dan tertarik untuk belajar, dengan menggunakan media atau alat peraga agar pembelajaran lebih ceria.



DAFTAR PUSTAKA




Komentar